SURYA ARDIANA

Tampilkan postingan dengan label Agama Hindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Hindu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Upacara Metatah (Potong Gigi)



Upacara Metatah/Mepandes(potong gig) adalah Manusa Yadnya yang wajib dilakukan oleh pemeluk agama Hindu Bali baik itu laki-laki atau perempuan yang  telah beranjak remaja atau telah akil balik untuk menuju satu babak hidup memasuki usia dewasa secara niskala.
Upacara Metatah bertujuan membunuh enam musuh dalam diri manusia yang dinggap kurang baik bahkan sering dianggap musuh dalam diri sendiri. Enam  musuh itu yang disebut dengan Sad Ripu.





Sad Ripu itu meliputi:
     1. Kama (hawa nafsu yang tidak terkendalikan)                                     
    2. Loba (ketamakan, ingin selalu mendapatkan yang lebih.)
    3. Krodha (marahyang melampaui batas dan tidak terkendalikan).)
    4. Mada (kemabukan yang membawa kegelapan pikiran)
    5. Moha (kebingungan/ kurang mampu berkonsentrasi
                  sehingga akibatnya individu tidak dapat menyelesaikan tugas 
                  dengan sempurna.)
    6. Matsarya (iri hati/ dengki yang menyebabkan permusuhan.)

Jadi potong gigi bukan semata-mata untuk mencari keindahan tetapi mempunyai tujuan yang sangat mulia.
Prosesi potong gigi hanya merupakan simbolisasi saja. Gigi yang ada bukan dipotong tetapi diratakan dengan menggunakan kikir. Ada 6 gigi atas yang diratakan, termasuk gigi taring, ke 6 gigi inilah yang melambangkan Sad Ripu.
Hanya memakan waktu sekitar 10 – 15 menit untuk melakukan prosesi ini, dan yang melakukannya haruslah seorang yang ahli yang disebut sangging.
Para sangging biasanya orang yang telah di inisiasi menjadi Pinandita yang memang memiliki ketrampilan untuk itu. gambar diatas merupakan prosesi upacara metatah/mepandes di banjar Penida Kaja ,Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli

Teori masuknya Hindu ke Indonesia dan Kerajaan Hindu Bali


Kerajaan Hindu di Bali

1.  Teori masuknya Agama Hindu ke Indonesia

Menurut para ahli sejarah, hubungan India dan Indonesia telah terjadi ribuan tahun yang lalu, para ahli menggunakan analisis dengan argumentasi beberapa teori antara lain sebagai berikut :
·         Teori Mokerjee (sarjana India) pada tahun 1912 M dengan teori dagangnya menyatakan bahwa masuknya pengaruh hindu ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang mengadakan kontak langsung dengan penduduk maka tejadilah proses paling mempengaruhi.
·         Teori Prof. Moens (sarjana Belanda) dengan teori Ksatrya menyatakan bahwa peranan kaum ksatrya sangat besar pengaruhnya dalam proses kolonisasi kekuasaan termasuk kepercayaan yang mereka anut.
·         Teori Krom(sarjana Belanda) dnegan teori waisya dalam bukunya Hindu Javan She Geschiedenis menyatakan bahwa diterimanya pengaruh Hindu di Indonesia melalui penyusupan dengan jalan damai yang dilakukan oleh kaum pedagang India.
·         Teori Bosch (sarjana Belanda) menyatakan bahwa dalam penyebaran Hindu ke Indonesia karena peranan kaum Brahmana (rohaniawan) sangat besar mengingat hanya kaum Brahmana yang benar-benar menguasai Weda.
·         Pada Prasasti Dinoyo (Jawa Timur) tersurat nama Rsi Agastya sebagai Batara Guru pengemban Dharma yang dikenal dengan sebutan “Agastya yatra” dan “Pitra Sagara”

2.  Masuknya agama Hindu ke Indonesia

Sapta Timira



Pengertian Sapta Timira
         
Kata Sapta Timira Berasal dari bahasa Sansekerta dari kata “Sapta” yang berarti tujuh, dan kata “Timira” yang  berarti gelap, suram, awidya.  Jadi Sapta Timira  berarti “tujuh kegelapan”. Yang dimaksud tujuh kegelapan adalah tujuh unsur  atau sifat yang menyebabkan pikiran orang menjadi gelap/mabuk.


Bagian - bagian Sapta Timira
               
Berdasarkan kitab kekawin Niti Sastra, disebutkan 7 macam unsur yang dapat menyebabkan orang menjadi mabuk (Awidya). Ketujuh unsur tersebut disebut Sapta Timira. Berikut adalah bagian-bagian dari Sapta Timira:

  1. 1.      Surupa            
  2. 2.      Dhana             
  3. 3.      Guna
  4. 4.      Kulina
  5. 5.      Yohana
  6. 6.      Sura
  7. 7.      Kasuruan